Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Film

LEO Pictures Rilis Official Poster dan Trailer ‘Jangan Buang Ibu’, Drama Keluarga Relatable yang Siap Kuras Emosi Penonton

31
×

LEO Pictures Rilis Official Poster dan Trailer ‘Jangan Buang Ibu’, Drama Keluarga Relatable yang Siap Kuras Emosi Penonton

Sebarkan artikel ini
(Tim Showbiznesia) Para pemain dari film drama keluarga 'Jangan Buang Ibu' saat perilisan official poster dan trailer di LEO Picture Showcase di kawasan Slipi Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026)
Showbiznesia.com – Rumah produksi LEO Picture resmi merilis official poster dan trailer film Jangan Buang Ibu dalam acara jumpa pers yang digelar di sela LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta, Jumat (9/5/2026).

Trailer perdana film drama keluarga tersebut langsung mencuri perhatian karena menghadirkan kisah yang emosional, hangat, sekaligus dekat dengan realita kehidupan banyak keluarga Indonesia.

Tak hanya menyoroti hubungan orang tua dan anak, film ini juga mengangkat dinamika keluarga dari berbagai sudut pandang.

Deretan pemain seperti Nirina Zubir, Dwi Sasono, Erika Carlina, hingga Refal Hady turut membagikan pengalaman emosional mereka selama terlibat dalam proyek tersebut. Sementara Luna Maya hadir sebagai executive producer.

Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Nirina Zubir Merasa Film Ini Jadi Pengingat Agar Tak Menunda Waktu Bersama Keluarga

Dalam film ini, Nirina memerankan karakter yang jauh lebih tua dari usia aslinya. Pengalaman tersebut ternyata memberi dampak besar terhadap cara pandangnya sebagai seorang ibu.

“Honestly, setelah memerankan Ibu Riskianda, dari diriku sendiri juga jadi ada pembelajaran juga sih. Ngapain sih buru-buru?” ujar Nirina Zubir.

Menurutnya, film ini menjadi pengingat bahwa setiap orang perlu memanfaatkan waktu bersama keluarga selagi masih memiliki kesempatan.

(Tim Showbiznesia)
Nirina Zubir, pemain dari film drama keluarga ‘Jangan Buang Ibu’ saat perilisan official poster dan trailer di LEO Picture Showcase di kawasan Slipi Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026)

“Mumpung waktu masih ada, yuk kita gunakan bersama keluarga kita sebaik-baiknya. Kadang-kadang survival hidup tiap orang beda-beda, tapi semua ini adalah untuk keluarga kita,” katanya.

Nirina juga menyinggung hubungan orang tua dan anak yang tidak selalu berjalan harmonis. Ia mengingatkan pentingnya tetap menghargai orang tua maupun berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kalau kamu hubungannya baik sama orang tua kamu, ingat dan berterimakasihlah kepada orang tua kamu karena mereka tidak pernah putus-putusnya mendoakan anaknya,” ucapnya.

Tim Showbiznesia – Nirina Zubir jadi ibu berusia 70 tahun dalam film drama keluarga ‘Jangan Buang Ibu’. Nirina Zubir usai jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

“Sementara buat kamu yang hubungannya kurang baik sama orang tuanya, jangan mencari tahu salah siapa. Jadilah individu yang lebih baik dan menjadi orang tua yang lebih baik untuk anak-anak kita,” lanjut Nirina.

Pengalaman memainkan sosok ibu dalam film ini juga membuatnya kini lebih selektif menerima pekerjaan demi bisa mendampingi anak-anaknya yang mulai beranjak remaja.

“Sekarang sebisa mungkin aku belum terima main film karena anakku menginjak belasan tahun, aku pengen hadir buat anak-anakku,” tuturnya.

Dwi Sasono Menyebut Film Ini Punya Pesan Dalam tentang Luka Masa Lalu dan Kesiapan Menikah

Sementara itu, Dwi Sasono memperkenalkan dirinya sebagai pemeran Bapak Rido, sosok ayah yang disebut memiliki pengaruh besar terhadap konflik keluarga di film tersebut.

“Jadi saya itu sebagai Bapak Rido di sini,” kata Dwi.

Menurutnya, Jangan Buang Ibu memperlihatkan bagaimana tindakan seseorang di masa lalu bisa berdampak panjang terhadap kehidupan keluarga.

“Film ini punya makna yang sangat dalam. Berkaitan antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Apa yang dilakukan bapaknya di masa lalu punya dampak di kehidupan sekarang dan masa depan,” jelasnya.

Dwi mengatakan film ini juga memberikan pelajaran tentang hubungan suami, istri, dan anak yang sama-sama berhak memperoleh kebahagiaan.

“Bagi saya semua orang berhak bahagia di sini. Bapaknya juga berhak bahagia, seorang ibu juga berhak bahagia, dan anak-anaknya pun berhak bahagia,” ucapnya.

Ia bahkan melontarkan pesan yang langsung mendapat tepuk tangan dari penonton.

“Kalau kita mau menikah, kalau kita belum selesai sama diri sendiri, jangan menikah dulu karena itu akan merepotkan orang banyak,” kata Dwi.

Tim Showbiznesia – Erika Carlina ikut membintangi film drama keluarga garapan LEO Pictures berjudul ‘Jangan Buang Ibu’, ditemui di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
Erika Carlina Bicara soal Anak Gen-Z yang Sering Melawan Tapi Tetap Menyayangi Orang Tua

Di film ini, Erika Carlina memerankan seorang ibu dari karakter Marsya yang dimainkan Basmalah. Erika mengaku perannya terasa dekat dengan kehidupannya sekarang karena dirinya baru menjadi seorang ibu.

“Of course karena aku sekarang sudah jadi new mom. Aku sudah menjadi seorang ibu sekarang dan sangat bangga untuk memerankan seorang ibu juga di sini,” ujar Erika.

(Tim Showbiznesia)
Erika Carlina pemain dari film drama keluarga ‘Jangan Buang Ibu’ dan serial ‘Bunga di Tepi Jurang’ saat perilisan official poster dan trailer di LEO Picture Showcase di kawasan Slipi Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026)
Dengan santai, Erika juga membahas dinamika hubungan ibu dan anak dalam film tersebut.

“Repotnya karena anaknya ngelawan, Gen-Z banget!” katanya sambil tertawa.

Namun menurut Erika, sikap anak yang sering membantah bukan berarti mereka tidak menyayangi orang tua.

“Tapi jangan salah, anak-anak Gen-Z kalau ngelawan itu bukan karena dia nggak sayang sama orang tua. Kadang orang tua itu harus mendengar pendapat anaknya juga,” jelasnya.

Refal Hady Mengaku Langsung Menangis Saat Membaca Naskah Film di Dalam Pesawat

Refal Hady mengungkapkan dirinya langsung jatuh hati pada proyek film ini sejak pertama kali membaca naskahnya. Bahkan ia sampai menangis ketika membaca script bersama manajernya.

“Pas baca script memang ditulis sama Mbak Widya, Mas Agung, sama Nonna Adha juga ikut nulis. Aku sama manajer aku langsung baca dari awal sampai akhir dan langsung banjir,” ungkap Refal.

Menurutnya, kekuatan cerita film ini terletak pada perjuangan seorang ibu yang sering kali kurang dihargai oleh anak-anaknya sendiri.

“Script-nya sangat bagus. Kita dibawa untuk melihat perjuangan seorang ibu yang selama ini mungkin karena tiap hari ketemu jadi kurang menghargai orang tua,” katanya.

“Padahal di script ini kita bisa melihat, wah bersyukur sih orang masih punya orang tua,” lanjut Refal.

Ia juga membocorkan adanya satu adegan emosional yang menjadi titik puncak konflik keluarga dalam cerita.

“Ada satu scene inti keluarga itu ada semua dan itu puncak kekecewaan keluarga kami terhadap satu orang. No spoiler,” ujarnya.

Luna Maya Menegaskan Film Ini Tidak Menjual Kesedihan Meski Sangat Relatable

Sebagai executive producer, Luna Maya mengaku langsung tertarik ketika membaca naskah film tersebut karena memiliki pendekatan berbeda dibanding film bertema ibu lainnya.

“Pas baca script-nya aku suka banget. Berbeda dari film-film tentang ibu lainnya sih menurut aku,” kata Luna.

Meski awalnya merasa tidak akan menangis saat menonton filmnya sendiri, Luna ternyata justru ikut terbawa emosi.

“Pas nonton itu aku bilang aku nggak bakal nangis. Ternyata mewek seada-adanya,” ujarnya sambil tertawa.

Tim Showbiznesia – Deretan cast dan filmaker dari film Jangan Buang Ibu usai jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Menurut Luna, kekuatan utama film ini ada pada ceritanya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang anak-anak yang sibuk bekerja hingga tanpa sadar mulai menjauh dari orang tua.

“Aku jadi ingat ibuku terus dan merasa perjuangan ibu tuh nggak akan ada habisnya,” ucap Luna.

Ia juga menilai film ini tidak memihak karakter tertentu karena setiap tokoh memiliki alasan dan sudut pandang masing-masing.

“Yang menarik di sini tuh nggak ada yang salah, nggak ada yang benar, semuanya valid karena itu perasaan dan itu realitanya,” jelasnya.

BACA JUGA: Claresta Taufan Jadi Pemeran Utama di Tengah Deretan Artis Senior, ‘Bunga di Tepi Jurang’ Tawarkan Kisah Perjuangan Perempuan

Meski penuh emosi, Luna menegaskan Jangan Buang Ibu tidak dibuat untuk mengeksploitasi kesedihan.

“Kita nggak pengen mengeksploitasi kesedihan. Tapi entah kenapa kok kena banget di hati. Relate banget,” katanya.

Sementara itu, dalam siaran pers resmi showcase, Produser Agung Saputra mengatakan Leo Pictures ingin terus menghadirkan cerita yang dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Bagi kami, film bukan hanya hiburan. Film adalah cara untuk menyampaikan rasa, pengalaman hidup, dan hal-hal yang kadang sulit diucapkan secara langsung. Kami hanya ingin terus membuat cerita yang bisa dekat dengan hati penonton Indonesia,” ujar Agung Saputra.