Showbiznesia.com – Film 402 Rumah Sakit Angker Korea tak hanya menawarkan teror di layar, tetapi juga pengalaman syuting yang benar-benar menguji mental para pemainnya.
Mengusung konsep found footage, para aktor harus menjalani pengambilan gambar di bangunan bekas rumah sakit di Korea Selatan dengan kamera yang dipasang di tubuh mereka, bahkan kerap ditinggal sendirian di lokasi demi mendapatkan ekspresi yang natural.
Pemeran Juna, Arbani Yasiz, mengaku karakter yang dimainkannya memiliki obsesi besar terhadap popularitas dan angka penonton.
Demi mendalami peran tersebut, ia banyak berdiskusi dengan rekan-rekannya yang berprofesi sebagai konten kreator.
“Untungnya di sini saya punya teman baru Kori dan juga Jang Hansol yang memang dia berasal dari influencer dan YouTubers, konten kreator,” kata Arbani Yasiz di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
“Jadi saya juga banyak nanya sama mereka gimana sih views tuh atau konten tuh seberpengaruh apa sih, kenapa harus dikejar sebegitunya. Mereka kasih-kasih pendapat supaya gue juga bisa mendapatkan motivasi yang sama seperti Juna yang ada di naskah,” ucapnya.

Arbani juga menghadapi tantangan berbeda saat syuting karena banyak menjalani adegan seorang diri di dalam tenda, sementara pemain lain tidak berada di lokasi.
“Saya banyakan di tenda sendirian. Pas giliran gue syuting di tenda mereka libur. Mereka nggak nemenin gue,” ungkapnya.
“Jadi gue ditinggal sendirian, bolak-balik ke monitor nanya reaksi-reaksi mereka seperti apa,” lanjut Arbani.
Hal serupa juga dirasakan Saputra Kori. Komika yang memerankan Adit itu mengaku suasana lokasi syuting sudah cukup membuat bulu kuduk merinding sebelum adegan dimulai.
“Coba deh kalian rasain sendiri masuk ke set itu, itu bangunan bekas rumah sakit. Set-nya tidak ada CGI sama sekali, itu bener-bener dibuat seperti itu. Jadi vibes-nya bener-bener kerasa masuk di kita,” ucap Kori.
Kori yang mengaku penakut bahkan sempat mencoba “berkenalan” dengan pemeran hantu sebelum kamera mulai merekam.

Saputra Kori pemeran Adit dalam film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
“Aku orangnya penakut banget. Aku nonton film hantu aja pasti selalu nutup mata. Jadi sebelum take sama hantu-hantunya saya sempat beberapa kali tokoh-tokohan dulu sama hantu-hantunya supaya bonding sedikit,” bebernya.
“Saya minta tolong ke mereka jangan serem-serem amat, tapi harus serem,” kata Kori sambil tertawa.
Sementara itu, Diandra Agatha mengungkapkan bahwa suasana rumah sakit terbengkalai tersebut benar-benar membantu para pemain masuk ke dalam karakter.
“Ngeri banget sih, karena lokasinya tuh bener-bener seseram itu. Pertama kali masuk ke setnya pun kayak, ‘Wah, kalian denger setan nggak sih?’ Ngeri banget,” ungkap Diandra.
“Kita kalau syuting tuh bener-bener sendirian. Jadi itu sangat menegangkan, tapi positifnya bantu kita juga untuk dapet feel-nya, jadi imersif banget,” tuturnya.
Diandra bahkan mengaku sempat mengalami kejadian janggal ketika proses syuting berlangsung.
“Sempat ada kejanggalan. Kita lagi ambil adegan di lorong, harusnya hantu-hantunya itu masuk di take berikutnya. Tapi pada saat take yang pertama, hantu-hantunya tuh udah ada di belakang. Padahal mereka merasa belum masuk,” ucap Diandra.
“Jadi nggak tahu deh itu apa yang terjadi, siapa itu yang di belakang aku nggak ngerti,” ungkapnya.

Diandra Agatha dan Aylena Fusil dalam film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Bagi Aylena Fusil, film ini menjadi debutnya di layar lebar sekaligus pengalaman pertama bermain film horor. Ia menyebut format found footage membuat proses syuting terasa sangat berbeda.
“Aku baru pertama dan film pertama. Karena formatnya found footage, jadi kita saling belajar bareng, semua baru. Jadi film pertama aku sangat berkesan banget buat aku,” kata Aylena.
Adegan ritual jelangkung di hari pertama syuting menjadi salah satu tantangan terberat yang harus dihadapinya.
“Scene jelangkung itu cukup besar buat aku. Day one syuting, aku deg-degan banget karena masih ngeraba format found footage,” kata Aylena.
“Terus ada beberapa detik di mana aku di ruangan itu sendiri lagi kesurupan. Itu cukup menakutkan bagi aku sih,” ujarnya.
Tak hanya itu, Aylena juga mengaku mengalami pengalaman yang sulit dijelaskan saat hari pertama syuting.
“Setelah syuting jelangkung kita break makan. Makeup artist tiba-tiba bilang, ‘Aylena kamu kok udah di set ya?’ Padahal aku belum masuk ke set, masih di basecamp. Dia lihat aku masuk ke dalam set, padahal aku belum masuk,” tutur Aylena.
Meski penuh tantangan, seluruh pemain sepakat pengalaman syuting di Korea Selatan selama 22 hari tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam karier mereka.
Penggunaan body rig berbobot sekitar lima kilogram, pengambilan gambar tanpa kameramen, hingga lokasi syuting yang benar-benar menyeramkan menjadi kombinasi yang membuat 402 Rumah Sakit Angker Korea tampil berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya.












