Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Tren Terkini

Kratingdaeng Red Bull Power Race Perkenalkan Olahraga Baru di Indonesia, Adu Strategi dan Kebugaran Digelar Oktober 2026

42
×

Kratingdaeng Red Bull Power Race Perkenalkan Olahraga Baru di Indonesia, Adu Strategi dan Kebugaran Digelar Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
(Tim Showbiznesia) Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Muhammad Ritonga (kiri) dan Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri usai jumpa pers di kawasan GBK Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026)

Showbiznesia.com – Red Bull bersama Kratingdaeng resmi memperkenalkan ajang kebugaran terbaru, Kratingdaeng Red Bull Power Race.

Ajang tersebut akan menggelar Indonesia National Qualifier pada 10 Oktober 2026 di Basketball Hall Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Ajang tersebut menjadi bagian dari musim perdana dunia Red Bull Power Race yang pertama kali diluncurkan di Asia Tenggara, mencakup Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.

Sebanyak 12 atlet pria dan 12 atlet wanita terbaik dari Indonesia nantinya akan mewakili Tanah Air pada babak International Final di Bangkok, Thailand, 18 Oktober 2026.

(Tim Showbiznesia)
Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Muhammad Ritonga usai jumpa pers Red Bull Power Race, GBK Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026)

Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Muhammad Ritonga, mengatakan peluncuran lebih awal dilakukan agar masyarakat memiliki waktu mempersiapkan diri sebelum hari perlombaan.

“Ya, jadi itulah kenapa kita launching ini tuh tiga bulan sebelum event-nya berlangsung. Dengan begitu kita mengharapkan ada kesempatan nih bagi yang berminat yang saat ini kok rasanya masih ragu-ragu,” ujar Arif Muhammad Ritonga dalam jumpa pers di GBK, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

“Kalian punya waktu tiga bulan untuk mempersiapkan dirinya,” terusnya.

BACA JUGA: POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Semarang, Boyong Instalasi HIRONO Pertama di Indonesia

Menurut Arif, peserta cukup memanfaatkan waktu tersebut untuk melatih kemampuan body weight seperti push-up, sit-up, dan squat yang menjadi inti perlombaan.

“Jadi tiga bulan ini bisa dia maksimalkan untuk melatih body weight-nya sehingga pada saat event nanti dia bisa menjalani race ini dengan baik,” katanya.

Arif menjelaskan, Red Bull Power Race mengusung konsep sederhana, tetapi memiliki intensitas tinggi.

Peserta harus menyelesaikan empat kali lari sejauh 400 meter yang diselingi tantangan push-up, sit-up, dan squat tanpa menggunakan alat olahraga apa pun.

“Yang pertama ini intensitasnya tinggi. Durasinya itu 8 sampai 15 menit. Dan yang paling penting adalah ini tanpa alat. Jadi menggunakan body weight sendiri,” ucapnya.

Meski gerakannya terlihat sederhana, Arif menegaskan keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga strategi.

(Tim Showbiznesia)
Red Bull Power Race saat diperkenalkan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026)

“Nah, yang paling penting itu adalah peserta harus mempunyai strategi di tahap mana dia akan mengeluarkan kemampuan dia yang paling maksimal,” tutur Arif.

“Misalnya setelah lari langsung push-up, apakah itu memang kekuatannya atau tidak. Ini yang paling penting,” jelasnya.

Panitia juga menyiapkan tim juri profesional untuk memastikan setiap gerakan dilakukan sesuai standar.

“Jadi kita menyediakan tim juri yang profesional dan fair untuk memastikan apakah gerakan yang peserta lakukan itu sudah benar atau tidak. Kalau salah, juri akan memberikan arahan untuk memperbaiki gerakannya,” kata Arif.

Ia juga menyebut Red Bull Power Race menjadi format fitness race pertama yang diperkenalkan di dunia, dengan Asia Tenggara sebagai kawasan peluncuran perdana.

“Jadi kalau pertanyaannya sudah ada sebelumnya, buat saat ini kita yang pertama. Kita bekerja sama dengan partner dan memegang lisensi pertama di dunia untuk melaksanakan acara ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Dobrak Genre! Laura Basuki hingga Prilly Latuconsina Jadi Jurnalis Investigasi di Film “Memburu Pemangsa”

Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, mengatakan Red Bull Power Race dirancang sebagai kompetisi yang mampu mengajak lebih banyak orang untuk berani menantang diri, sekaligus menjadi ajang yang menyatukan komunitas olahraga di Asia Tenggara.

Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk menginspirasi ambisi dan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk melampaui batas kemampuan mereka.

“Melalui Red Bull Power Race, kami ingin menciptakan sebuah kompetisi yang mudah dipahami, menarik untuk disaksikan, dan dapat diikuti oleh masyarakat luas,” ujar Supasita.

Ia menambahkan, kompetisi tersebut tidak hanya menguji kebugaran fisik, tetapi juga tekad, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Supasita berharap musim perdana Red Bull Power Race dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi, menguji kemampuan diri, serta menemukan potensi yang mereka miliki, mulai dari level nasional hingga babak final internasional di Bangkok.

(Tim Showbiznesia)
Red Bull Power Race saat diperkenalkan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026)

Selain menjadi ajang kompetisi nasional, peserta terbaik Indonesia nantinya akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Myanmar, dan Thailand di Bangkok untuk memperebutkan gelar juara Asia Tenggara pada musim perdana Red Bull Power Race.

Dalam perlombaan ini, nantinya peserta akan menyelesaikan empat kali lari sejauh 400 meter yang diselingi tiga tantangan bodyweight, yakni 40 push-up, 40 sit-up, dan 40 squat untuk kategori pria, sementara kategori wanita masing-masing melakukan 30 repetisi.

Seluruh rangkaian harus diselesaikan secepat mungkin karena setiap detik akan dihitung sebagai catatan waktu akhir peserta.

Meski terlihat sederhana karena hanya mengandalkan berat badan tanpa alat olahraga, Red Bull Power Race menuntut strategi yang matang.

Peserta harus mampu mengatur ritme lari, mengelola tenaga saat berpindah ke setiap station, hingga menentukan kapan harus mengeluarkan kemampuan maksimal agar dapat mencatatkan waktu terbaik dan mengamankan tiket menuju International Final di Bangkok.