Showbiznesia.com – Aktris Hana Saraswati mengungkap pengalaman tak biasa setelah membintangi film horor Aku Harus Mati.
Pemeran Mala itu mengaku menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal berbau mistis usai melakoni salah satu adegan penting, yakni ritual membuka mata batin.
Hana menyebut adegan tersebut sebagai momen paling membekas selama proses syuting.
Bahkan, dampaknya masih ia rasakan hingga setahun setelah pengambilan gambar selesai.
“Aku bisa bilang scene itu scene paling berkesan karena meninggalkan kesan sampai satu tahun kemudian,” ujar Hana Saraswati di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026)
Untuk mendalami adegan tersebut, Hana dan tim produksi tidak melakukannya secara sembarangan.

Mereka lebih dulu berkonsultasi dengan ahli dan menjalani ritual tertentu demi memastikan proses penggambaran berjalan dengan benar.
“Kita ada konsul dulu ke pakarnya, kita ritual sesuai agar tidak ada kesalahan penyampaian,” lanjutnya.
Meski saat adegan berlangsung ia tidak merasakan hal yang aneh, pengalaman berbeda justru datang setelah proses syuting selesai.
Hana mengaku mulai merasakan perubahan dalam dirinya, terutama dalam merespons hal-hal yang berbau mistis.
“Di scene itu tidak ada perasaan apa-apa, tapi setelah pulang dari sana aku jadi lebih sensitif sama hal mistis, padahal sebelumnya aku nggak sensitif,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menambah daftar cerita tak terduga yang ia alami selama terlibat dalam film horor.
Hana pun tak menampik bahwa proyek bergenre ini kerap menghadirkan pengalaman di luar nalar bagi para pemainnya.
“Pasti film horor ada pengalaman horornya,” ucap Hana.
Sebagai informasi, Aku Harus Mati dijadwalkan tayang pada 2 April 2026. Selain Amara Sophie, film ini juga dibintangi oleh Hana Saraswati dan Prasetya Agni.
Film ini mengisahkan Mala, seorang perempuan yang terlilit utang pinjaman online dan gaya hidup hedonis.
Saat berusaha melarikan diri ke panti asuhan masa kecilnya, ia justru menghadapi teror roh jahat sekaligus membuka rahasia kelam tentang perjanjian iblis dalam keluarganya yang mengancam nyawanya.












