Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Film

LEO Pictures Hadirkan Film Drama Menguras Air Mata Berjudul ‘Jangan Buang Ibu’

50
×

LEO Pictures Hadirkan Film Drama Menguras Air Mata Berjudul ‘Jangan Buang Ibu’

Sebarkan artikel ini
Tim Showbiznesia - Deretan cast dan filmaker dari film Jangan Buang Ibu usai jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Showbiznesia.com – Film drama keluarga “Jangan Buang Ibu” resmi diperkenalkan kepada publik lewat sebuah jumpa pers yang menghadirkan para pembuat film dan para pemainnya.

Film produksi LEO Pictures ini mengangkat kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak yang sarat pesan tentang keluarga, perhatian, serta arti kehadiran seorang ibu dalam kehidupan.

Menghadirkan deretan aktor lintas generasi, film ini dipimpin oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Agung Saputra, dengan Yasmin Napper turut terlibat sebagai executive producer. Dalam acara tersebut, para filmmaker hingga pemain berbagi cerita tentang proses kreatif hingga pengalaman emosional mereka selama mengerjakan film ini.

Produser LEO Pictures, Agung Saputra, mengatakan bahwa ide menghadirkan film ini berangkat dari keinginannya untuk menyampaikan pesan kuat tentang keluarga kepada penonton Indonesia. Menurutnya, sosok ibu selalu menjadi pusat dari sebuah keluarga.

“Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya,” beber Agung Saputra dalam jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Tim Showbiznesia – Deretan cast dan filmaker dari film Jangan Buang Ibu usai jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti,” ujar Agung Saputra.

Awalnya, Agung justru menawarkan proyek film horor kepada sutradara Hadrah Daeng Ratu yang dikenal sukses lewat berbagai film horor box office. Namun sang sutradara justru ingin membuat drama.

“Sebenarnya dulu nawarinnya buat horor ya, Bu. Karena Bu Hadrah Queen of Horror-nya Indonesia kan. Semua horornya box office gitu. Tapi Bu Hadrah minta, ‘Boleh nggak untuk sama LEO Pictures saya pengen drama’. Lalu kebetulan memang saya lagi develop judulnya ‘Jangan Buang Ibu’, kita ngobrol, lalu ketemu penulis Widya yang sangat luar biasa juga, dia penulis box office,” kata Agung.

Ia bahkan mengaku proses pengembangan cerita film ini berlangsung sangat emosional bagi tim kreatif.

“Setiap kali kita men-develop cerita tuh nangis. Bu Hadrah, Widya, Mbak Ika, itu nangisnya gantian,” ujarnya.

Agung menegaskan bahwa film ini berusaha menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat tanpa menghakimi siapa pun.

“Kita pengennya tuh relate banget sama masyarakat Indonesia. Tapi kita nggak bikin kalau judulnya kan memang benar-benar ‘Jangan Buang Ibu’ gitu, tapi di sini kita tidak membuat cerita yang sebagai anak durhaka atau ini. Nonton aja nanti baru mengerti bahwa ibu juga di hari tuanya hanya pengen ditemani, pengen diperhatikan,” katanya.

Sementara itu, Yasmin Napper yang terlibat sebagai executive producer mengaku tertarik bergabung karena kedekatan pribadi dengan ibunya.

“Aku happy banget bisa kerja bareng lagi sama LEO Pictures. Dan juga aku milih untuk ikutan di project ini karena kebetulan aku deket banget sama ibu aku. Dan aku merasa bahwa kayaknya everyone has a relationship with their mother no matter what the form is,” kata Yasmin.

Ia juga mengaku masih banyak belajar dalam peran barunya di balik layar.

“Aku sih sejauh ini masih belajar, aku masih dituntun sama Mas Agung. Ini project kedua yang aku jadi executive producer. Dan ya, sambil latihan sih… Aamiin,” ujarnya.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu sendiri mengaku bangga bisa menyutradarai film drama keluarga yang penuh emosi ini.

“Saya merasa sangat bangga membuat film Jangan Buang Ibu, diberi kesempatan untuk membuat film drama yang sangat hangat dan mengharukan. Karena rasanya berkali-kali nonton ketika preview, berkali-kali air mata aku jatuh,” kata Hadrah.

Menurutnya, proses pembuatan film ini juga mengingatkan dirinya pada hubungan pribadi dengan sang ibu.

“Ketika proses pembuatan film ini, seru banget, menyenangkan banget karena banyak banget memori-memori yang hadir dari relationship anak dan ibu. Aku jadi makin sadar dan makin yakin kalau aku hari ini adalah karena doa ibu,” ungkapnya.

Ia berharap film ini bisa membuat penonton semakin menghargai sosok ibu dalam kehidupan mereka.

“Kalau nontonnya bareng ibu di sebelahnya, rasanya pengen pegang tangan ibu, peluk tangan ibu. Yang nontonnya nggak bareng ibu rasanya pengen buru-buru nelepon atau pulang karena ini bener-bener film persembahan untuk ibu,” tuturnya.

Perjuangan Nirina Zubir, Harus Make Up Usia 70 Tahun Selama 4 Jam

Dalam film ini, Nirina Zubir memerankan tokoh Ristiana, seorang ibu yang telah memasuki usia lanjut. Ia mengaku sempat ragu menerima peran tersebut karena harus memerankan karakter berusia sekitar 70 tahun.

“Nggak mudah juga untuk menerima karakter ini. Perlu diyakini berkali-kali. Karena memerankan karakter ini tuh ada memori-memori yang bisa kita korek. Tapi kalau memerankan karakter yang belum kita alami, itu kayak ‘Hah, gimana ya?’,” ujar Nirina.

Tim Showbiznesia – Nirina Zubir jadi ibu berusia 70 tahun dalam film drama keluarga ‘Jangan Buang Ibu’. Nirina Zubir usai jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Ia bahkan sempat menganggap film ini sebagai pesan untuk anak-anaknya.

“Waktu Nirina menerima pertama kali tawaran film ini, sebenarnya ini tadinya niatnya adalah surat cintaku buat anak-anakku. Karena punya anak umur 16 tahun dan menjelang 14 tahun. Jadi nanti kalau kamu udah gede, kamu lihat karya-karya ibu kamu, salah satunya ini kamu tonton buat kamu ingat aku,” katanya.

Namun saat proses syuting berjalan, Nirina justru merasa film ini menjadi pengingat tentang ibunya sendiri.

“Ternyata pas lagi menjalankan karakter ini kebalik. Jadi ceritanya malah aku diingatkan betapa dulu punya ibu dan apa yang sudah ibuku lakukan untuk menjadi seorang Nirina Zubir sekarang. Jadi ternyata ini surat cinta buat aku sendiri kepada ibuku,” ungkapnya.

Perjuangan Nirina dalam film ini juga cukup berat karena harus menjalani proses makeup hingga empat jam setiap hari.

“Empat jam sebelum orang lain datang! Jadi baru ngerti artinya pre-call itu apa. Seumur hidup main film belum pernah ngalamin kayak gitu,” ujarnya sambil tertawa.

Erika Carlina Pertama Kali Memerankan Seorang Ibu, Setelah Jadi Ibu

Erika Carlina juga mendapat pengalaman baru dalam film ini karena untuk pertama kalinya ia memerankan karakter seorang ibu.

“Di sini peran aku kebetulan ini pertama kali aku dapat peran sebagai ibu. Dan pada kenyataannya sekarang aku sudah menjadi ibu, jadi sangat relate banget untuk aku,” kata Erika.

Ia juga memerankan sosok menantu dalam keluarga tersebut.

Tim Showbiznesia – Erika Carlina ikut membintangi film drama keluarga garapan LEO Pictures berjudul ‘Jangan Buang Ibu’, ditemui di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)

“Mungkin ada yang relate dalam keluarganya, menjadi menantu itu juga nggak gampang,” ujarnya.

Erika mengaku sempat tidak percaya diri mengambil peran drama karena selama ini identik dengan film horor.

“Mungkin karena sudah melekat banget sama film horor, aku juga jadi nggak pede main film drama. Cuma Mas Agung ngeyakinin aku bahwa aku harus punya film drama,” katanya.

Film “Jangan Buang Ibu” mengisahkan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya sendirian dengan penuh pengorbanan setelah sang suami meninggal dunia.

Namun ketika memasuki masa tua, Ristiana justru harus menghadapi kenyataan pahit ketika ia diabaikan oleh anak-anaknya dan dititipkan di panti jompo. Kisah ini menyoroti luka batin, kesepian, serta kerinduan seorang ibu akan kasih sayang dari keluarganya.

Film produksi LEO Pictures ini dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Mpok Atiek, Saputra Kori, Basmalah Gralind, dan sejumlah aktor lainnya.