Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Film

Operasi Pesta Copet, Bukan Cuman Film Heist Low Budget Tapi Potret Keresahan Negeri Ini

43
×

Operasi Pesta Copet, Bukan Cuman Film Heist Low Budget Tapi Potret Keresahan Negeri Ini

Sebarkan artikel ini
(sumber foto Imajinari) Cuplikan adegan film Operasi Pesta Copet

Showbiznesia.com – Sulitnya bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi menjadi salah satu keresahan yang diangkat dalam film Operasi Pesta Copet.

Film produksi Imajinari tersebut tak sekadar menghadirkan aksi pencopetan dalam balutan komedi, tetapi juga bercerita tentang anak-anak muda yang berusaha bertahan ketika hidup seolah tak memberi banyak pilihan.

Film yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod itu mengikuti kisah empat anak muda yang nekat melakukan aksi pencopetan di tengah festival musik besar Pestapora.

Di balik aksi mereka, terselip cerita tentang persahabatan, impian, serta kehidupan masyarakat yang berada di pinggiran dan harus berhadapan dengan himpitan ekonomi.

Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta vokalis Sisitipsi Fauzan Lubis, Operasi Pesta Copet mencoba menghadirkan komedi dengan pendekatan yang berbeda.

(sumber foto Imajinari)
Pemain dan filmaker dari Operasi Pesta Copet

Premisnya memang sederhana dan menggelitik, tetapi cerita di balik para karakter membawa persoalan sosial yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.

BACA JUGA: Teaser Poster dan Trailer Film Memburu Pemangsa Dirilis, Empat Jurnalis Perempuan Memburu Predator Anak

Ernest Prakasa selaku produser sekaligus bagian dari Imajinari menilai film tersebut memiliki ide yang unik karena mempertemukan dunia pencopetan dengan skena musik.

“Yang menggelitik dari awal adalah adanya copet di konser, apakah itu memang beneran copet yang belajar tentang skena musik, atau memang anak musik yang belajar nyopet?” ujar Ernest Prakasa di kawasan Senayan Jakarta Pusat belum lama ini.

(sumber foto Imajinari)
Ernest Prakasa dan Dipa Andika produser dari film Operasi Pesta Copet

Menurut Ernest, film ini tetap membawa DNA komedi Imajinari, tetapi mencoba mengeksplorasi genre dan pendekatan cerita yang berbeda.

Ia berharap Operasi Pesta Copet dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus relevan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Ini dengan komedi yang sangat dekat dan membumi, drama yang relevan. Kami berharap film ini bisa menghibur di tengah situasi yang serba sulit seperti sekarang, lewat komedi yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Edy Khemod selaku sutradara memilih menempatkan empati sebagai fondasi utama dalam menggarap cerita.

Ia tidak ingin aksi kriminal yang dilakukan Ijal dan kelompoknya hanya dilihat dari sisi benar atau salah, melainkan mengajak penonton memahami alasan di balik keputusan mereka.

“Sebagai orang yang pernah berada di posisi seperti karakter Ijal, saya merasa empati menjadi hal yang didahulukan sebagai pondasi dalam menggarap film Operasi Pesta Copet,” ungkap Edy.

(sumber foto Imajinari)
Cuplikan adegan film Operasi Pesta Copet

“Sebab itu, kami juga tak ingin sekadar menghakimi apa yang dilakukan oleh Ijal dan geng copetnya, tetapi kami ingin mengajak penonton untuk bisa menaruh empati, merasakan apa yang mereka alami,” lanjutnya.

Pesan tersebut juga dirasakan Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Ijal dalam film tersebut.

Bagi Iqbaal, karakter tersebut bukan sekadar seorang anak muda yang melakukan pencopetan, tetapi gambaran dari mereka yang memiliki mimpi namun lahir tanpa dukungan dan privilese yang sama.

“Setelah aku mengenal Ijal, dia tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga anak muda yang punya mimpi,” kata Iqbaal.

(sumber foto Imajinari)
Iqbaal Ramadhan pemeran Ijal dalam film Operasi Pesta Copet

“Ya yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dia dengan segala privilesenya untuk berada di titik kayak kita sekarang,” ujarnya.

Iqbaal melihat Ijal sebagai bagian dari kelompok marginal yang terpinggirkan oleh sistem dan struktur sosial. Karena itu, karakter tersebut menurutnya menjadi cermin dari ketidakadilan yang masih terjadi.

“Ijal sebenarnya anak yang pintar, banyak rasa penasarannya. Tapi Ijal termasuk orang-orang yang lahir dari kelompok marginal, yang memang terpinggirkan oleh sistem dan struktur,” ucapnya.

Menurutku, itu adalah cermin ketidakadilan yang masih terus ada di Indonesia dan Ijal adalah salah satu korbannya,” tutur Iqbaal.

BACA JUGA: Tiga Kali Somasi Tak Digubris Sony Music Indonesia, Ardhito Pramono Langsung Gugat Rp5.7 Miliar

Selain persoalan ekonomi dan ketimpangan sosial, Operasi Pesta Copet juga mengandalkan kekuatan persahabatan sebagai jantung cerita.

Kristo Immanuel yang memerankan Adut menggambarkan karakternya sebagai sosok yang selalu mengikuti keadaan tanpa terlalu banyak berpikir.

(sumber foto Imajinari)
Cuplikan adegan film Operasi Pesta Copet

“Di film ini yang aku pelajari adalah bagaimana caranya menjadi seorang Adut. Sosok yang selalu go with the flow. Ijal ngajak nyopet, dia ikut. Jadi di sini aku justru menjadi orang yang tidak overthinking,” kata Kristo.

Menurut Kristo, dinamika antara Ijal dan Adut juga menjadi salah satu kekuatan cerita. Ijal lebih banyak membawa beban drama, sementara Adut menghadirkan sisi komedi dalam persahabatan mereka.

Pengalaman berbeda juga dirasakan Kawai Labiba yang memerankan Melodi. Selama ini lebih dikenal melalui peran drama, Kawai mengaku harus menghadapi tantangan baru ketika menjalani proses syuting di tengah kerumunan penonton Pestapora.

“Ada perasaan yang janggal tapi excited, perasaan khawatir, semua bercampur ketika aku harus syuting di tengah kerumunan penonton Pestapora,” ujar Kawai.

Bagi Kawai, pengalaman tersebut menjadi salah satu proses syuting paling nekat yang pernah dijalaninya selama berkarier sebagai aktor.

Dengan memadukan komedi, persahabatan, dan persoalan sosial, Operasi Pesta Copet ingin menunjukkan bahwa di balik tindakan yang terlihat salah, ada manusia dengan cerita dan kondisi yang tidak selalu sederhana.

Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelum itu, jajaran pemain dan sineas akan menyapa penonton melalui roadshow di 11 kota pada 22-31 Agustus 2026, yakni Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor.

Operasi Pesta Copet diproduksi Imajinari. Premisnya memang tentang copet, tetapi film ini membawa hati cerita pada persahabatan, perjuangan bertahan hidup, serta keinginan anak muda untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di tengah realitas yang tak selalu berpihak.