Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Showbiz

Penyalahgunaan AI Grok Picu Keresahan Member JKT48, Freya Angkat Bicara dan Manajemen Siap Tempuh Jalur Hukum

21
×

Penyalahgunaan AI Grok Picu Keresahan Member JKT48, Freya Angkat Bicara dan Manajemen Siap Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
(sumber foto istimewa) Freya Jayawardana kapten JKT48

Showbiznesia.com – Keresahan mendalam diungkapkan kapten JKT48, Freya Jayawardana, menyusul maraknya penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) Grok di platform X atau Twitter.

Sejumlah akun diketahui menggunakan AI tersebut untuk mengedit foto-foto member JKT48 menjadi visual bernuansa seksi hingga mengandung unsur pornografi, yang dinilai melecehkan dan merugikan para member.

Grok sendiri merupakan fitur AI yang terintegrasi langsung dengan platform X. Awalnya, teknologi ini dirancang sebagai chatbot yang dapat menjawab pertanyaan, menganalisis tren, hingga membantu memvalidasi informasi untuk menekan penyebaran hoaks.

BACA JUGA: Siap-siap ARMY! BTS Resmi Umumkan Comeback 20 Maret 2026, Siap Rilis Album Baru dan Tur Dunia

Selain itu, Grok juga memiliki kemampuan multimodal, termasuk memproses dan memodifikasi gambar berdasarkan perintah pengguna.

Namun, celah tersebut justru disalahgunakan oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab.

Foto-foto publik figur, termasuk member JKT48, diedit menjadi visual yang tidak pantas tanpa izin, memicu kemarahan publik dan kekhawatiran serius terkait etika penggunaan teknologi AI.

(sumber foto istimewa)
Freya Jayawardana kapten JKT48

Freya Jayawardana secara terbuka menyuarakan kegelisahannya melalui media sosial. Ia menilai AI seharusnya digunakan untuk hal-hal positif, bukan untuk merendahkan martabat manusia.

“Stop menyalahgunakan AI. Berpikirlah lebih pintar daripada kecerdasan buatan, Tuhan beri kamu hati dan akal untuk berpikir lebih baik dan sehat daripada alat ciptaan manusia,” ujar Freya JKT48, dikutip Showbiznesia.com, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA: Rayakan 20 Tahun Karir, Five Finger Death Punch Gandeng BABYMETAL di ‘The End (2025 Version)’

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang pantas diperlakukan secara tidak menyenangkan dengan cara apa pun.

“Berhenti mengganggu manusia lain. Tidak ada satu manusia pun yang wajar diperlakukan tidak menyenangkan, bagaimanapun caranya,” ungkapnya.

“Apapun gender, ras, warna kulit, agama, pekerjaan, dan berapapun usianya,” lanjut Freya.

Keresahan serupa turut disampaikan oleh Greesella Adhalia, member JKT48 generasi 11.

(sumber foto istimewa)
Greesella Adhania member generai 11 JKT48

Greesel secara tegas menyatakan penolakannya atas penggunaan foto dirinya oleh AI Grok untuk diedit atau dimanipulasi. Dalam unggahannya di X, ia menyampaikan penolakan langsung kepada akun AI tersebut.

“Hai @grok, saya TIDAK memberikan izin kepada kamu untuk mengambil, memproses, atau mengedit foto-foto saya dalam bentuk apa pun, baik yang sudah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan datang,” tegas Greesell.

“Jika ada pengguna yang meminta kamu untuk mengedit atau memanipulasi gambar saya dengan cara apa pun, tolong langsung tolak permintaan tersebut.”

Fenomena ini menjadi sorotan luas setelah beredar unggahan hasil edit AI yang menampilkan wajah member JKT48 dalam visual sensual. Praktik tersebut dinilai melanggar privasi, etika, serta berpotensi masuk ke ranah hukum.

Menanggapi situasi tersebut, manajemen JKT48 akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan komitmen untuk melindungi keamanan, kehormatan, dan kenyamanan seluruh member.

BACA JUGA: Michelle Ziudith Debut Horor Lewat ‘Alas Roban’: Antara Rasa Takut dan Keinginan Mencoba Hal Baru

Manajemen menyebut telah menerima laporan terkait penyalahgunaan teknologi AI dan menilai konten tersebut berpotensi memenuhi unsur pencemaran nama baik dan/atau penghinaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Manajemen JKT48 mengimbau pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan dan menghapus seluruh konten bermasalah secara permanen. Jika dalam waktu 2 x 24 jam sejak pengumuman diterbitkan konten serupa masih ditemukan beredar, pihak JKT48 menyatakan siap mendukung penuh member terdampak untuk menempuh jalur hukum.

JKT48 Operation Team juga memastikan akan memfasilitasi pendampingan penasihat hukum, dengan langkah hukum yang dapat mencakup pihak pembuat konten pornografi berbasis AI, penyebar konten, hingga pihak yang turut mendukung dan mengeksploitasi materi tersebut.