Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Music

Sal Priadi Masih Tak Percaya Kolaborasi dengan Padi Reborn Diabadikan di Layar Bioskop, Terasa Mimpi Jadi Nyata

36
×

Sal Priadi Masih Tak Percaya Kolaborasi dengan Padi Reborn Diabadikan di Layar Bioskop, Terasa Mimpi Jadi Nyata

Sebarkan artikel ini
(Tim Showbiznesia) Sal Priadi ungkap perasaannya masih tak percaya momen kolaborasi dengan Padi Reborn di konser Dua Delapan diabadikan ke layar lebar. Sal Priadi di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026)

Showbiznesia.com – Penyanyi Sal Priadi mengaku masih sulit mempercayai momen kolaborasinya bersama Padi Reborn dalam Konser Dua Delapan kini diabadikan dalam format sinema konser yang tayang di layar bioskop.

Bagi Sal, pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian paling berkesan dalam perjalanan karier bermusiknya.

Sal menjadi salah satu musisi yang tampil sebagai bintang tamu dalam Konser Dua Delapan Padi Reborn pada Januari 2026.

Kini, penampilannya bersama band idolanya itu dapat kembali disaksikan melalui Exclusive Limited Screening Konser Dua Delapan Padi Reborn, yang menghadirkan pengalaman audio-visual premium di bioskop.

“Gak pernah kayaknya ya, mengingat ada video konser yang dijadiin film gitu. Maksudnya kayak sekarang dijadiin tayangan dan ditonton di bioskop,” kata Sal Priadi di XXI Plaza Senayan Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Penyanyi lagu Gala Bunga Matahari itu bahkan mengaku penasaran melihat dirinya sendiri tampil di layar bioskop dengan kualitas suara yang megah.

(Tim Showbiznesia)
Sal Priadi dan Padi Reborn usai jumpa pers Exclusive Limited Screening konser Dua Delapan yang diabadikan ke layar lebar. Sal Priadi di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026)

“Jadi aku rasa juga ini buat gue pertama kalinya akan menyaksikan aku sendiri di atas panggung di hadapan audio yang begitu indah dan layar yang begitu besar di bioskop,” ungkapnya.

“Kayak ini akan jadi pertama kalinya menyaksikan aku sendiri. Itu sih rasanya yang paling aku nantikan nanti ketika nonton,” ujar Sal.

Lebih dari sekadar menjadi bintang tamu, Sal mengungkapkan keterlibatannya dalam konser tersebut terasa sangat personal.

Ia bercerita bahwa sejak kecil dirinya tumbuh dengan lagu-lagu Padi, terutama album Sesuatu Yang Tertunda, yang kerap diputar di mobil saat perjalanan menuju sekolah.

“Sejak ditelepon udah seru. Ditelepon untuk diajakin udah seru,” katanya sambil tertawa.

“Karena mungkin boleh cerita dikit, dulu waktu jalan ke sekolah tuh di mobil cuma ada tiga album band Indonesia, salah satunya adalah Padi, Sesuatu Yang Tertunda,” kenang Sal.

Menurut Sal, menerima ajakan tampil bersama Padi Reborn terasa seperti sesuatu yang mustahil.

(sumber foto istimewa)
Momen konser Dua Delapan Padi Reborn di Tennis Indoor Senayan, dan kemudian diabadikan dalam bentuk cinema untuk tayang di bioskop

Namun, kesempatan itu akhirnya benar-benar terjadi hingga kini diabadikan dalam bentuk film konser.

“Waktu terima telepon beberapa tahun kemudian setelah aku nyanyi dan ditawarin untuk ikutan konser Dua Delapan, dari kalimat pertamanya aku udah ‘opo sih iki’, kayak nggak mungkin ini, nggak nyata. Tapi kemudian tawaran itu tentu saja aku iyakan dan terjadi di atas panggung,” tuturnya.

“Masih rasanya sangat surel (surreal), band yang aku dengarkan sejak dulu, sejak zaman sekolah, terus ada di atas panggung bersama dengan mereka. Dan kemudian diabadikan lewat satu film konser. Aku rasa ini nggak ada yang lebih mungkin kayaknya dari mimpi jadi nyata yang seperti ini buat aku,” sambung Sal.

Dalam kesempatan yang sama, Sal juga mengungkapkan kekagumannya terhadap konsistensi Padi Reborn yang tetap eksis hingga hampir tiga dekade.

Menurutnya, tidak semua band mampu terus melahirkan ide-ide baru sekaligus mempertahankan kedekatan dengan para penggemar.

(sumber foto istimewa)
Momen konser Dua Delapan Padi Reborn di Tennis Indoor Senayan, dan kemudian diabadikan dalam bentuk cinema untuk tayang di bioskop

“Siapa yang punya kesempatan… tidak semua band bisa punya kesempatan untuk melakukan itu,” ujarnya.

“Sampai 28 tahun masih terus ada dan masih terus melakukan ide-ide, gagasan-gagasan luar biasa,” kata Sal.

Perwakilan Megapro Communications, Ahmad Qomaru Zaman, mengungkapkan proses mengubah konser panggung 360 derajat menjadi pengalaman sinematik bukanlah pekerjaan mudah.

“Gagasan untuk membawa pertunjukan live ke dalam ruang bioskop berakar dari keinginan kami menyajikan sebuah mahakarya visual yang tidak lekang oleh waktu. Proses kreatif untuk mengonversi keindahan panggung 360 derajat yang dinamis dan futuristik ke dalam format sinematik menuntut ketelitian yang sangat tinggi di ruang editing,” ujar Ahmad.

Senada, perwakilan NorthStar Entertainment, Ali Lipto, menilai Konser Dua Delapan memiliki nilai historis yang layak diabadikan dalam bentuk sinema konser.

“Konser Dua Delapan yang berlangsung Januari lalu bukan sekadar selebrasi usia, melainkan pembuktian dari cetak biru konsistensi dan soliditas Padi Reborn di industri musik tanah air,” ucap Ali.