Showbiznesia.com – Film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, “Lobang Buaya”, resmi merilis official trailer dan final poster.
Diproduksi Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini membawa penonton ke Indonesia pada 1964, setahun sebelum peristiwa kelam 1965.
Cerita berpusat pada misteri pembunuhan berantai yang terjadi di Desa Lobang Buaya setiap tanggal 30.
Final poster yang dirilis turut memperkuat nuansa mencekam film tersebut. Terlihat sebuah tangan misterius menembus punggung berlubang seorang perempuan.
Visual tersebut menjadi gambaran dari teror utama yang akan menghantui karakter-karakter dalam film.
Sementara itu, official trailer memperlihatkan Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra mendapat tugas untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan berantai para tokoh desa.
Para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan punggung berlubang serta tulisan bernada sindiran yang terukir di tubuh mereka, seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”.

Teaser poster film ‘Lobang Buaya’
Di tengah merebaknya rumor mengenai sosok “Hantu Bolong”, Soegeng harus mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku di balik teror tersebut.
Baskara Mahendra mengatakan penonton nantinya akan diajak mengikuti proses penyelidikan Soegeng sekaligus menyusun potongan-potongan petunjuk yang muncul sepanjang cerita.
“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ di balik misteri pembunuhan berantai ini,” ujar Baskara Mahendra dalam siaran pers yang diterima Showbiznesia.com, Sabtu (29/8/2026).
“Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang nggak cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” terus Baskara.

Baskara Mahendra cast film ‘Lobang Buaya’
Teror rupanya tak hanya mengancam warga Desa Lobang Buaya. Arum Wangi, istri baru Soegeng yang diperankan Carissa Perusset, mulai mengalami gangguan dari arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan.
Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai “Ronggeng” perlahan membuka misteri yang lebih besar.
Kekacauan di desa dan teror yang terjadi di rumah Soegeng ternyata saling berkaitan dengan sebuah ritual gelap yang berbahaya.
Hanung Bramantyo sengaja menggunakan genre horor untuk mengangkat ketakutan kolektif masyarakat Indonesia terhadap persoalan masa lalu yang dianggap tabu untuk dibicarakan.
“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan,” ucap Hanung Bramantyo.

Hanung Bramantyo sutradara film ‘Lobang Buaya’
Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor,” katanya.
Menurut Hanung, rasa takut dalam “Lobang Buaya” tidak hanya hadir melalui teror dan kemunculan makhluk gaib.
Film ini juga berusaha menghadirkan “horor” yang muncul dari persoalan kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, hingga penindasan antarmanusia.
“Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” tutur Hanung.
Dengan memadukan misteri pembunuhan, teror supernatural, dan latar sejarah Indonesia, “Lobang Buaya” menawarkan teka-teki yang perlahan dibongkar melalui perjalanan Soegeng.

Carissa Perusset cast film ‘Lobang Buaya’
Penonton pun dibuat bertanya-tanya apakah pembunuhan tersebut sekadar teror hantu atau bagian dari rencana yang jauh lebih besar.
Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset, film ini turut dibintangi Iskak Khivano, Anya Zen, serta aktor senior Mathias Muchus.
Film Lobang Buaya dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.













Respon (1)
Komentar ditutup.